apakah Es Krim Magnum halal

khir-akhir ini beredar kabar di berbagai blog dan situs jejaring sosial bahwa es krim Magnum dari Walls ternyata mengandung minyak babi. Namun, PT Unilever Indonesia selaku pihak produsen es krim Magnum telah membantah hal tersebut. Bantahan ini juga diperkuat dengan penjelasan dari Badan LPPOM MUI selaku pihak pemberi sertifikat Halal di Indonesia. Es krim Magnum secara resmi telah memperoleh sertifikasi Halal dari Badan LPPOM MUI. Berikut kutipan penjelasan dari PT Unilever Indonesia dan dari Badan LPPOM MUI.

Dari Media Indonesia:

 

Pemberitaan tentang es krim Magnum yang diproduksi oleh Walls, Unilever, mengandung minyak babi dibantah oleh Head of Corporate Communications PT Unilever Tbk Maria Dewantini Dwianto.

“Kode E471 dan E472 yang tertera di kemasan Magnum adalah kode internasional untuk bahan pengemulsi yang bermanfaat untuk mengikat lemak dan air. Bahan ini bisa menggunakan pengemulsi hewani dan nabati. Tetapi Magnum menggunakan pengemulsi nabati yang artinya berasal dari tumbuh-tumbuhan,” ujarnya di Jakarta, Selasa (22/3).

Ia mengaku mendengar kabar tentang haramnya Magnum karena mengandung minyak babi sejak dari Senin (21/3) dan berusaha untuk menjawabnya melalui media jejaring sosial. Soalnya, sejauh ini berita tentang Magnum mengandung minyak babi hanya beredar di media jejaring sosial.

“Tentu saja MUI telah secara resmi memberikan sertifikasi Halal untuk Magnum. Demikian juga dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan yang telah memberikan izin edar sebelumnya sehingga kami mendistribusikan kepada konsumen. Kami menyatakan bahwa Magnum bebas dari kandungan minyak babi,” tegasnya.

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2…as-Minyak-Babi

 

Dari LPPOM MUI:

Berita yang tersebar di jejaring sosial menyebutkan bahwa di dalam Magnum terdapat kandungan bahan dengan kode E472, yang dicurigai berasal dari lemak babi. Padahal, Magnum termasuk salah satu produk yang telah memperoleh sertifikat halal dari MUI. Lalu, mungkinkah LPPOM MUI, sebagai lembaga auditor halal meloloskan produk ini begitu saja?

Tentu saja tidak. Dalam proses audit, para auditor LPPOM MUI sebagai saksi sekaligus wakil ulama pemberi fatwa halal, senantiasa berpedoman pada tata cara audit yang benar, karena masalah halal dan haram menyangkut akidah yang tidak bisa dipermainkan.

Auditor yang diangkat oleh LPPOM MUI telah melalui proses seleksi kompetensi, kualitas dan integreritas, sebelum mereka ditugaskan untuk melaksanakan audit halal. Mereka adalah para ahli di bidang pangan, kimia, pertanian, biologi, fisika, hingga bidang kedokteran hewan. Dari proses audit produk dan audit system produksi yang sangat panjang, kemudian para auditor tersebut menyampaikan hasil temuannya kepada Komisi Fatwa MUI untuk dikaji dari aspek syariahnya. Dari sinilah dikeluarkan fatwa mengenai halal atau tidaknya sebuah produk. Dengan proses yang berlapis seperti itu, dapat dipastikan bahwa setiap produk yang telah berlogo halal dari MUI telah terbebas dari kandungan najis maupun haram.

Adapun mengenai kandungan bahan, bahan berkode E472 merupakan pengemulsi yang ditambahkan ke dalam campuran pangan yang menggabungkan komponen air dan minyak. Pengemulsi berkode E472 tersebut memang bisa berasal dari turunan hewan maupun tumbuhan. Jika dari turunan hewan dari babi, hukumnya jelas haram. Sedangkan jika dari sapi, harus dicermati proses penyembelihannya, apakah sesuai syariah atau tidak. Nah, bahan pengemulsi yang berasal dari hewan yang proses penyembelihannya sesuai syariah tentu saja halal. Begitu juga bahan pengemulsi yang berasal dari tumbuhan. Karena menggunakan bahan halal, maka MUI mengeluarkan sertifikat halal untuk produk tersebut.

Demikian penjelasan kami, mudah-mudahan dapat menghapus keraguan Ibu dan para pembaca semua terhadap produk Magnum. Sekali lagi, semua produk yang telah berlogo halal dari MUI Insyaallah dijamin bebas dari najis dan kandungan haram karena telah melalui proses audit, kajian dan pembahasan mendalam yang melibatkan para ahli di bidang masing-masing.

Sumber: http://www.halalmui.org/index.php?op…id=551&lang=en

About these ads

About raadit

baik hati ....
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s